Ekologi Industri menjadi isu penting dalam upaya mewujudkan sustainable energy dan sustainable industry. Pada postingan kali ini akan disajikan review singkat artikel tentang optimasi sumber daya informasi dalam ekologi industri.
Identitas Artikel :
Judul : Optimization of Information Resources in Industrial Ecology
Sumber : IFAC PapersOnLine 51-32 (2018) 67-72.
(https://doi.org/10.1016/j.ifacol.2018.11.355)
Penulis : Aleksey N. Dolganov, Vitaly Ford, Alexander M. Tarasyev dan
Victoria F. Turygina
Dirangkum oleh : Bondhan Firmanto
Tanggal : 24 Februari 2020
Rangkuman :
1. Abstrak.
Salah satu tugas penting bagi setiap perusahaan yang menerapkan ekologi industri adalah melakukan transmisi data dan informasi dengan tepat sasaran setiap saat. Dalam artikel ini disampaikan suatu pandangan umum dan analisis terhadap teknologi employee notification mengenai berbagai macam data dan informasi perusahaan. Artikel ini juga menyajikan pembahasan tentang model optimasi transmisi data melalui aplikasi perpesanan. Model optimasi ini dikembangkan oleh perusahaan yang bergerak dalam suatu ekologi industri sehingga mampu mengatur pemberitahuan/notification dan peringatan/alert bagi para pekerja yang terlibat dalam suatu proses kerja tertentu.
2. Pendahuluan.
Salah satu solusi terbaik dalam manajemen perusahaan adalah memperkenalkan teknologi informasi yang berbasis web atau mobile application dalam menyelesaikan pekerjaan manajerial dan proses kerja lainnya. Teknologi informasi seperti ini akan mengoptimalkan penyebaran informasi kepada para karyawan perusahaan. Di samping itu, teknologi informasi yang berbasis web atau mobile application dapat membantu merumuskan alternatif dan menentukan keputusan dengan tepat untuk menunjang kestabilan perusahaan.
Di dunia modern saat ini, otomasi proses bisnis merupakan aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam berinteraksi dengan pelanggan baik sebagai rekan kerja, penjual barang maupun pelayanan sebagai individu di bidang ekologi industri.
Dalam artikel ini disampaikan hasil penelitian terhadap perusahaan ‘Lider’ yaitu salah satu perusahaan yang bergerak dalam ruang lingkup ekologi industri. Perusahaan ini sedang berkembang pesat dengan mengutamakan optimasi di bidang information resources.
Langkah yang diambil perusahaan ‘Lider’ untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, antara lain:
1. Memikirkan penggunaan mobile technology yang digunakan untuk membangun perusahaan yang bergerak di bidang ekologi industry.
2. Menentukan konsep, aspek dan aliran informasi yang akan mempengaruhi mobile application pada masa mendatang.
3. Membuat mobile application untuk memperingatkan para karyawan mengenai pesanan dari pelanggan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses pekerjaan utama yang dilakukan suatu perusahaan dalam memasarkan fasilitas industri, identifikasi permasalahan dan penyelesaian masalah melalui pembangunan dan penggunaan mobile application untuk memberitahu para karyawan dan pihak yang terkait melalui sistem informasi yang dimiliki perusahaan (Aksenov, K.V. (2014)).
Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis mobile application untuk memperingatkan para karyawan tentang berbagai kegiatan. Sedangkan subjek penelitian ini adalah otomasi proses pekerjaan perusahaan yang berkaitan dengan pekerjaan utama perusahaan dan mendatangkan pendapatan tetap.
3. Pandangan Umum Dan Analisis Terhadap Notification Technologies Untuk Karyawan Perusahaan.
a. Percakapan dalam sebuah group aplikasi perpesanan/messenger.
Teknologi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah aplikasi messenger sederhana. Yaitu aplikasi messenger yang dapat digunakan untuk mengirim dan menerima pesan pribadi antar sesama karyawan dan antar departemen atau group chat. Sebagai contoh seorang manajer akan merasa lebih nyaman apabila seluruh informasi dari departemennya berada dalam satu group chat yang terdiri dari semua bawahannya. Selain itu, group chat juga dapat digunakan untuk menjaga komunikasi antar perwakilan perusahaan dan memantau perkembangan penyedia, pembeli dan kontraktor. Namun masih terdapat kendala yaitu ketidaknyamanan orang terhadap persyaratan dari perusahaan untuk memasang aplikasi messenger dari perusahaan karena mereka sudah terbiasa dengan aplikasi yang mereka pakai saat ini.
Dalam perkembangannya, messenger khusus milik perusahaan sudah dilengkapi dengan bot yaitu program otomasi yang disematkan ke dalam messenger untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang sering diajukan oleh klien serta memberikan informasi tentang langkah selanjutnya yang perlu diambil.
Sistem bot ini bekerja mengantikan peran karyawan untuk berdialog dengan klien melalui intermediate layer yang disebut Webhook. Sedangkan CRM-system hanya berfungsi untuk mengumpulkan data. Sistem bot ini hanya akan bekerja apabila klien mengirimkan pesan atau memulai percakapan dengan bot dan menambahkannya ke dalam contact list. Pesan dari klien akan masuk ke sistem bot kemudian menuju Webhook untuk diproses. Selanjutnya pesan tersebut akan dikirimkan ke CRM-system untuk diolah dan diteruskan kepada karyawan atau pihak-pihak yang terkait dengan pesan klien untuk segera ditindaklanjuti. Hasil pengolahan data di CRM-system akan dikirim langsung kepada klien apabila informasi yang diminta klien adalah informasi sederhana seperti status pesanannya. Sedangkan data-data yang krusial akan dikirimkan kepada klien melalui Webhook terlebih dahulu. Itulah sebabnya, bot dalam messenger bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk melayani klien layaknya resepsionis hotel meskipun bot itu sendiri tidak dapat mengirimkan pesan kepada klien.
b. Mobile application khusus.
Optimasi sumber daya informasi suatu perusahaan membutuhkan sebuah sistem informasi baru yang mampu mengumpulkan semua saluran komunikasi dan menghasilkan informasi baru. Pengembangan sistem informasi berbasis web membutuhkan campur tangan developer yang ahli dan berpengalaman di bidang Application Programmer Interface (API) untuk menerapkan transformasi dari satu sistem menuju ke sistem lainnya. Selain berbasis web, sistem informasi perusahaan dapat dikembangkan melalui mobile application sehingga menjadi lebih minimalis dan ekonomis dan secara bersamaan dapat memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat kepada manajer yang tepat pula. Melalui mobile application, baik manajer maupun karyawan akan mengetahui sejauh mana proses pekerjaan sudah berjalan, bagaimana hasil yang telah dicapai dan apa hasil yang harus dicapai pada tahap selanjutnya.
4. Proses Pengembangan Sistem Informasi.
Mobile application yang dikembangkan dalam sistem informasi perusahaan ini bekerja pada suatu modul server. Modul server tersebut berkerja berdasarkan konsep CRUD (Create, Read, Update dan Delete). Keempat fungsi dasar ini akan berinteraksi dengan database dan menghasilkan sebuah sistem.
Alur kerja sistem aplikasi akan dimulai ketika pesan dari klien diterima dan API akan berinteraksi dengan database. Pada saat ini karyawan perusahaan akan menerima notifikasi tentang pesan dari klien. Selanjutnya karyawan akan menanggapi notifikasi tersebut dan informasi akan diteruskan ke tahapan selanjutnya dan kepada karyawan lainnya yang sedang bertugas.
Di dalam mobile application terdapat tiga blok program yaitu block ”Jobs”, block “API” dan block “Android Apllication”. Block Jobs dan block API merupakan bagian utama server. Di dalam kedua blok ini terdapat dua modul yang disematkan yaitu modul pertama bertanggungjawab dalam penyimpanan dan pengiriman notifikasi serta meneruskan alur pergerakan informasi. Sedangkan modul kedua bertanggungjawab terhadap interaksi antara permintaan klien dengan data-data dari database. Blok yang ketiga adalah block Android Application yaitu mobile application yang bertanggungjawab untuk mengubah data dari format JSON menjadi objek tertentu menggunakan GSON library. Selain itu, juga bertanggungjawab untuk menerima dan mengirim data HTTP.
Dalam rangkaian sistem informasi ini masih ditemukan temporary delay yaitu ketika karyawan tidak menerima informasi bahwa tahap sebelumnya sudah berakhir sehingga dia tidak bisa memulai pekerjaannya. Hal yang sama juga bisa terjadi ketika pengiriman informasi kepada klien melalui telepon dan email diambil alih oleh manajer, karena hal ini akan menyebabkan karyawan lebih lambat merespon notifikasi.
5. Kesimpulan.
a. Hasil utama penelitian ini berupa pengembangan mobile application khusus yang mampu mengirimkan notifikasi tentang selesainya tahapan pekerjaan sebelumnya sebagai tanda untuk memasuki tahapan penting selanjutnya. Tiap karyawan memiliki mobile phone yang menghasilkan bunyi beep, alarm getar dan cahaya yang menandakan masih ada notifikasi yang belum dibaca. Sehingga karyawan bisa dengan cepat menindaklanjuti notifikasi dan menyelesaikan perkerjaannya.
b. Tujuan utama menerapkan teknologi informasi dalam aktifitas perusahaan terutama yang bergerak di sektor sumber daya alam adalah meningkatkan keuntungan dan mengurangi biaya proses yang sedang berjalan.
c. Hasil yang dicapai oleh perusahaan ”Lider” setelah enam bulan menerapkan mobile application dalam sistem informasi perusahaan mereka sebagai berikut:
1) Jangka waktu pengambilan keputusan kontrak lebih cepat 10%.
2) Jumlah kontrak yang disetujui meningkat 7%.
3) Pendapatan perusahaan meningkat 4%.
6. Kekurangan dan Kelebihan Artikel.
a. Kekurangan.
1) Penulis belum menjelaskan definisi atau konsep ekologi industri yang dibahas dalam artikel.
2) Penulis belum menjelaskan keterkaitan antara optimasi sistem informasi perusahaan dengan ekologi industri yang dimaksud.
3) Referensi dan sitasi yang digunakan hanya 3 sumber tentang sistem informasi. Masih perlu ditambah referensi tentang konsep ekologi industri.
4) Penulis belum menyampaikan secara detail tentang versi minimum sistem operasi Android yang bisa digunakan untuk menjalankan mobile application perusahaan.
5) Penulis belum menjelaskan tentang spesifikasi minimum mobile phone yang mampu menjalankan mobile application perusahaan.
6) Penulis belum menyampaikan sumber data hasil penggunaan mobile application perusahaan Lider sehingga data tersebut masih meragukan.
b. Kelebihan.
1) Topik yang dibahas cukup menarik dan menerapkan teknologi baru.
2) Penulis telah memberikan data hasil yang dicapai oleh perusahaan yang menerapkan sistem informasi yaitu perusahaan “Lider”.
3) Penulis telah menjelaskan materi dengan runtut dan cukup mudah dimengerti.
4) Penulis memberikan masukan kepada pembaca tentang kekurangan dan kelebihan sistem informasi berbasis web dan mobile.