Kajian
singkat Prinsip Bernoulli, Coanda Effect dan Hukum Ketiga Newton
Bagaimana wing
menghasilkan lift?
Teknologi airfoil membantu
manusia terbang. Turbin angin, turbin gas dan mesin hidraulik semuanya bekerja
berdasarkan prinsip airfoil. Kajian singkat ini akan menjelaskan fenomena alam
di balik bentuk sederhana yang sudah dikemabngkan di dunia teknik.
Apakah
lift force?
Sebuah
airfoil menghasilkan lift ketika fluida mengalir melewatinya, tapi apakah
sumber lift tersebut? Apakah prinsip Bernoulli atau hukum ketiga Newton
atau keduanya yang dapat menjelaskan terbentuknya lift? Banyak buku referensi
yang mengacu pada teori prinsip Bernoulli, tapi banyak orang yang menolak teori
tersebut. Orang yang menolak teori tersebut termasuk ilmuwan NASA dan Prof.
Holger Babinsky dari Universitas Cambridge. Prof Babinsky membuktikan secara
terori dan secara eksperimen lewat video youtubenya bahwa equal time argument
(prinsip Bernoulli) adalah tidak benar. Pada kajian ini akan dilakukan pendekatan
secara rasional dan mengunakan CFD serta menggunakan eksperimen sederhana.
PRINSIP BERNOULLI
Pertama, kita pahami
dulu argument yang menggunakan prinsip Bernoulli. Dari bentuk airfoil sudah
jelas bahwa permukaan bagian atas (upper suerface) lebih melengkung daripada
permukaan bagian bawah (lower surface). Hal ini berarti partikel yang berada di
atas upper surface harus menempuh jarak yang lebih jauh daripada pertikel yang
berada di bawah lower surface. Karena kedua partikel tersebut harus mencapai
trailing edge bersamaan, maka partikel yang berada di atas upper surface harus
memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada partikel yang berada di bawah
lower surface. Hal ini berarti berdasarkan prinsip Bernoulli, terdapat tekanan
yang lebih tinggi di lower surface dan tekanan yang lebih rendah di upper
surface. Perbedaan tekanan ini menghasilkan lift. Argumen
ini lebih dikenal dengan sebutan equal time argument.
Equal
time argument
menjadi cara yang bagus untu menjelaskan lift, tapi argumen ini salah kaprah.
Kesalahan pertama terletak pada bagaimana 2 partikel yang berasal dari 1
lokasi yang sama dapat mencapai trailing edge bersamaan. Ini adalah pernyataan
absurd. Tidak ada hukum alam yang mendukung pernyataan ini. Dua buah partikel
dapat meninggalkan 1 tempat yang sama untuk bergerak ke arah yang berbeda, tapi
tidak setelah itu tidak akan pernah bertemu. Kesalahan kedua adalah kita tidak
dapat menggunakan persamaan Bernoulli untuk 2 streamline. Persamaan Bernoulli
harus digunakan untuk aliran pada 1 streamline yang sama.
Apabila
fakta ini masih meragukan untuk membantah equal time argument, maka
dapat diperhatikan aliran fluida pada beberapa bentuk kurvatur permukaan.
Berdasarkan equal time argument, kedua permukaan tersebut seharusnya
menghasilkan lift force bahkan menghasilkan nilai lift yang jauh lebih besar
daripada airfoil.
Persamaan
Bernoulli itu sudah benar dan merupakan Hukum Kedua Newton tentang gerak yang diterapkan
di sepanjang sebuah streamline aliran. Beberapa orang menerapkannya dengan cara
yang salah dan membingungkan.
COANDA EFFECT
Kita akan mengkaji ilmu
pengetahuan di balik terbentuknya lift dengan menerapkan hukum alam yang benar.
Sebuah partikel mendekati airfoil dan mengaliri kurvatur melengkung. Setelah
melewati kurvatur mengapa partikel tidak bergerak lurus, tapi justru berbelok
dan mengikuti bentuk kurvatur permukaan.
Kita
tinjau gerakan pada permukaan lengkung (kurvatur) lebih dekat. Agar dapat
mengikuti bentuk kurva pada permukaan, harus ada tekanan yang lebih tinggi pada
bagian atas partikel daripada bagian bawahnya. Kondisi ini menghasilkan
centrifugal force. Tekanan yang lebih tinggi menekan partikel ke arah bawah,
itulah sebabnya aliran akan selalu menempel pada airfoil. Pengaruh ini dikenal
dengan Coanda Effect.
Alian
fluida dibuat melengkung pada bagian bawah airfoil. Permukaan
bagian bawah yang melengkung akan membuat aliran fluida pada bagian bawah itu
semakin melengkung. Dengan kata lain, permukaan airfoil membuat aliran
melengkung dan berubah arah. Aliran fluida yang melengkung inilah yang
menimbulkan lift.
Penjelasan
yang lebih mendalam sebagai berikut :daerah pada jarak yang cukup jauh dari
airfoil dipengaruhi tekanan atmosfer. Kita ketahui bahwa pada aliran yang
melengkung, tekanan dari bagian luarnya harus lebih besar. Jadi pada daerah di
bagian atas airfoil, tekanan akan berkurang ketika semakin dekat dengan
airfoil. Fenomena sebaliknya terjadi pada bagian bawah airfoil. Pada daerah ini
tekanan harus semakin meningkat ketika semakin dekat dengan airfoil. Perbedaan
tekanan inilah yang menyebabkan lift. Pada dasarnya, kurvatur permukaan airfoil
membuat aliran menjadi melengkung. Aliran fluida yang melengkung ini
menghasilkan perbedaan tekanan dan lift. Dapat disimpulkan bahwa semakin
melengkun maka akan lift yang dihasilkan akan semakin besar. Namun, mengapa
tidak dibuat airfoil yang tipis dan melengkung? Alasannya adalah untuk memperkuat
struktur sayap dan menyediakan ruangan untuk tanki bahan bakar meskipun
dihasilkan lift yang lebih kecil.
HUKUM KETIGA
NEWTON TENTANG GERAK
Apakah ada hukum alam
yang fundamental yang dapat menjelaskan lift selain penjelasan berdasarkan
mekanika fluida? Ya- yaitu hukum ketiga Newton. Kita telah mengetahui
bahwa airfoil membelokkan aliran fluida atau mendorong aliran ke arah bawah.
Jadi berdasarkan hukum ketiga Newton, udara juga mendorong airfoil ke arah yang
berlawanan dengan kekuatan sama besar. Fenomena ini menghasilkan lift. Dapat
disimpulkan bahwa pembelokan atau melengkungnya aliran fluida yang
disebabkan oleh Coanda effect menghasilkan lift.
Jika
masih ada yang mendukung equal time argument, mintalah mereka untuk membuktikan
bagaimana lift terbentuk dari permukaan yang menyerupai 2 bukit atau jarak
tempuh pada permukaan bagian atas yang lebih panjang. Jika mereka tidak mau,
berikut ini ditunjukkan hasil eksperimen untuk benda tersebut. Hasil eksperimen
menunjukkan benda dengan permukaan 2 bukit tidak bergerak dan tidak terbentuk
lift. Namun, pada benda yang memiliki jarak tempuh lebih panjang pada permukaan
atas justru bergerak ke arah bawah dan tidak bergerak ke arah atas. Berarti tidak
sesuai dengan equal time argument tetapi sesuai dengan hukum
ketiga Newton reaksi berupa pergerakan benda ke arah permukaan yang datar
karena adanya aksi berupa udara yang dibelokkan pada permukaan lengkung. Mengacu
penjelasan di atas maka akan muncul pertanyaan, bahwa pada eksperimen
sebenarnya, kita bisa melihat udara di bagian atas airfoil bergerak lebih
cepat daripada udara di bagian bawah airfoil dan mereka tidak
pernah bertemu. Mengapa fenomena seperti ini bisa terjadi?
Petunjuknya ada pada pressure gradient.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar